English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Polisi. Show all posts
Showing posts with label Polisi. Show all posts

Saturday, June 4, 2011

Buru Penembak, Polisi Jaga Ketat Pantura


VIVAnews - Polisi Resort Kota Cirebon beserta Polda Jawa Barat menjaga ketat Jalur Pantura, di Kota Cirebon. Kepolisian juga menyiagakan beberapa penembak jitu di wilayah itu.

Penjagaan ketat ini dalam rangka pengejaran terhadap kawanan perampok yang menembak Anggota Polresta Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro hingga tewas di depan Toko Sembako Ongko Mulyo di Jalan Raya Mess AL Kampung Raden, Jatirangon, Bekasi, dini hari tadi.

"Aksi ini sebagai antisipasi dan memburu para pelaku penembakan," kata Kepala Polresta Cirebon AKBP Asep Edi Suheri di Cirebon, Rabu malam, 1 Juni 2011.

Selain menyiagakan penembak jitu, kepolisian juga menerjunkan anggota buru sergap (Buser). Mereka terus terus memantau mobil-mobil yang melintas wilayah itu. "Jika menemukan pelaku, langsung kami tangkap," katanya. "Kalau mereka melawan, kamis siap menembak di tempat." Hingga pukul 23.00, pengejaran para pelaku ini masih terus berlangsung.

Aipda Sugiantoro yang tewas telah dimakamkan di TPU Poncol, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, setelah sebelumnya disemayamkan dan disalatkan di masjid yang tak jauh dari rumah orangtuanya, di Perumahan Rawalambu Jalan Na’ar RT 2/4, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin siang.

Aipda Sugiantoro meninggalkan istri bernama Diah Lestari 35; serta dua anak yakni, Rafael, 11; dan Andea, 8. (Laporan: Reza Putra, Cirebon)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Pelaku Penembakan Polisi di Bekasi Lima Orang


VIVAnews - Anggota Polresta Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro tewas dalam baku tembak dengan perampok di depan Toko Sembako Ongko Mulyo di Jalan Raya Mess AL Kampung Raden, Jatirangon, Bekasi, Pukul 03.30 WIB dini hari tadi.

Kejadian bermula saat anggota patroli di sekitar tempat kejadian menemukan Kijang Innova warna hitam parkir di depan sebuah toko dengan posisi parkir membelakangi toko sembako itu. Petugas curiga melihat kendaraan itu. Sugiyantoro yang dibonceng Brigadir Nuh Supriyatna mendekati mobil tersebut.

Tiba-tiba dari dalam mobil pelaku memberondong petugas dan terjadi tembak menembak. Sugiyantoro langsung jatuh tertembak di bagian bawah mata sebelah kanan dan bagian kepala.

Polisi menduga pelaku yang berada dalam mobil itu berjumlah lima orang. "Yang menembak memang satu orang namun diduga di dalam mobil ada lima orang," kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Rabu, 1 Juni 2011.

Anton menambahkan, semua pelaku masih dalam pengejaran. "Kami tunggu aja mudah-mudahan dalam waktu dekat (tertangkap)" tambah dia.

Untuk mengungkap kasus ini,  kepolisian Bekasi sudah membentuk tim yang terdiri dari Unit Reserse yang dibantu Resmob Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror. (adi)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Friday, June 3, 2011

Polisi Belum Temukan Proyektil


VIVAnews - Polisi masih mengidentifikasi jenis senjata laras panjang yang digunakan pelaku untuk menembak anggota Polres Bekasi Kota Aipda Sugiyantoro.


Menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, saat ini penyidik telah melakukan olah TKP. "Namun proyektil atau selongsong tersebut belum ditemukan, sehingga belum diketahui, senjata yang dipakai organik atau rakitan," kata Baharudin, Rabu 1 Juni 2011.


Dia menjelaskan, tim gabungan Polresta Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya sedang mengejar mobil pelaku ke arah Cibubur. Pelaku yang diperkirakan berjumlah lima orang itu kabur dengan menggunakan Toyota Innova warna hitam ke arah Cibubur. "Kaca depan dan samping pecah berlubang akibat terkena tembakan," jelasnya.


Baharudin meminta apabila masyarakat melihat atau mengetahui keberadaan mobil dengan ciri-ciri tersebut untuk segera menghubungi kepolisian terdekat. "Kami juga berkoordinasi dengan Jasa Marga," ujarnya.

Aipda Sugiyantoro tewas seketika setelah diberondong senjata laras panjang saat patroli di Jalan Raya Mes AL, Kampung Raden, Jatiranggon, Jatisampurna, Bekasi dini hari tadi. Peristiwa itu bermula saat korban yang merupakan anggota satuan ranmor Polres Bekasi Kota, dan tujuh anggota lainnya tengah patroli yang dipimpin Aiptu Nono di lokasi kejadian.

Saat itu, petugas curiga melihat Toyota Innova yang ditumpangi pelaku diparkir membelakangi toko sembako Ongko Mulyo. Kemudian Sugiantoro dan Bripka Nuh menghampiri pelaku.

Tiba-tiba, pelaku langsung melepaskan serentetan tembakan ke arah korban dan temannya dengan senjata laras panjang.  Pelaku langsung kabur ke arah Cibubur menuju Jonggol.


Laporan: Erik Hamzah | Bekasi

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Kronologi Penembakan Polisi di Bekasi


VIVAnews - Anggota Polres Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro tewas seketika setelah diberondong senjata api saat patroli di Jalan Raya Mess AL, Kampung Raden, Jatiranggon, Jatisampurna, Bekasi, Rabu dini hari 1 Juni 2011.


Bagaimana itu terjadi? Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Imam Sugianto mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban yang merupakan anggota satuan ranmor Polres Bekasi Kota, dan tujuh anggota lainnya tengah melakukan patroli rutin dipimpin Ajun Inspektur Satu Nono di Telkom Jatiasih menuju Jatiluhur ke arah Kranggan.


Begitu sampai di Jalan Raya Kampung Raden, anggota melihat ada Toyota Innova warna hitam diparkir dengan posisi mencurigakan.


Saat itu Ajun Inspektur Dua Sugiantoro dan Brigadir Kepala M Nuh mencoba mendekati, tiba-tiba pelaku langsung melepaskan serentetan tembakan ke arah korban dan temannya dengan senjata laras panjang. "Sugiyantoro tewas seketika setelah peluru menembus bagian bawah mata kanan dan kepalanya," ungkap dia. Jenazah langsung dibawa ke RSU Jatisampurna.


Kemudian aksi brutal pelaku, langsung dibalas Brigadir Agus Imran, Brigadir Ali, dan Brigadir Ade Abdul Rahman yang juga ikut menembak ke arah pelaku. Namun,  senjata laras pendek yang digunakan polisi hanya mampu mengenai kaca-kaca mobil pelaku. "Diduga sementara pelaku hendak merampok di Toko Ongko Mulyo, tapi ternyata aksinya lebih dulu diketahui oleh anggota," kata dia.

Dugaan itu, tambah Imam, berdasarkan analisa posisi kendaraan yang dibawa pelaku, diparkir dengan posisi membelakangi toko dan bagian depan mobil menghadap ke jalan.

Saat ini polisi terus melakukan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berjumlah lima orang itu. Pelaku berhasil kabur menggunakan Toyota Innova hitam ke arah Cibubur menuju Jatiwarna, Jonggol. Sedangkan nomor polisi belum teridentifikasi. "Anggota sempat menembaki kaca mobil, dan mengejar dengan motor tapi kehilangan jejak," jelas dia. Laporan: Erik Hamzah | Bekasi (adi)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Polisi Kejar Pelaku Penembakan ke Bogor


VIVAnews - Tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Bekasi Kota terus melakukan pengejaran terhadap kawanan perampok yang menembak Anggota Polresta Bekasi Kota, Ajun Inspektur Dua Sugiyantoro hingga tewas di depan Toko Sembako Ongko Mulyo di Jalan Raya Mess AL Kampung Raden, Jatirangon, Bekasi, Pukul 03.30 WIB dini hari tadi.

Pengejaran para pelaku dilakukan hingga ke Jonggol, Cileungsi, Kabupaten Bogor. Namun, hingga saat ini, polisi belum  mendapatkan titik terang keberadaan para pelaku.

"Tim di lapangan masih melakukan pengejaran, hingga saat ini belum memberikan laporan. Kita tentunya akan melakukan razia guna mempersempit pergerakan dari para pelaku," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komsaris Besar Pol Baharudin Djafar di Jakarta, Rabu 1 Juni 2011.

Selain itu, sambung Baharudin, pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan seluruh dengan seluruh Polisi di Jabar dan Banten

Kapolres Bekasi Kota, Komisaris Besar Pol Imam Sugianto menerangkan, dari hasil olah TKP petugas menemukan empat selosong peluru milik anggota Polisi. Sedangkan, proyektil serta selosong peluru yang dipergunakan pelaku hingga kini belum ditemukan. Selain itu, pihaknya juga belum mendapatkan kepastian jenis senjata api yang dipergunakan, termasuk senjata laras panjang atau pendek.

Menurut dia, keterangan dari anggota yang saat itu berada di lokasi kejadian juga tidak dapat diketahui pasti apakah korban ditembak dari dalam mobil atau dari luar mobil. "Lokasi kejadian sangat gelap, sehingga lima anggota Polisi lainnya pun tak melihat jelas penembak Aipda Sugiantoro," katanya.

Sementara Aipda Sugiantoro yang dalam keadaan tewas sempat dibawa ke RS Jatisampurna, selanjutnya di visum di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat.

Mengenai hasil visum terhadap korban di RSCM, tim dokter tidak ditemukan adanya proyektil peluru yang bersarang di kepala korban. Saat ini, Polresta Bekasi Kota dibantu Polda Metro Jaya dan Densus 88 telah berkordinasi untuk menangkap kawanan rampok yang menewaskan Aipda Sugiantoro

Aipda Sugiantoro yang tewas telah dimakamkan di TPU Poncol, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, setelah sebelumnya disemayamkan dan dishalatkan di masjid yang tak jauh dari rumah orangtua Aipda Sugiantoro di Perumahan Rawalambu Jalan Na’ar RT 2/4, Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin siang.

Aipda Sugiantoro meninggalkan istri bernama Diah Lestari (35) dan dua anak yakni, Rafael (11) serta Andea (8). (eh)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Thursday, June 2, 2011

Hasil Visum Polisi Bekasi yang Tewas Ditembak


VIVAnews - Aipda Sugiyantoro, anggota Unit Ranmor Polresta Bekasi Kota jadi korban penembakan di Kota Bekasi. Hasil visum Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo menunjukkan Sugiyantoro tewas karena tertembak peluru dari pistol, bukan senjata laras panjang.

"Kaliber 8 milimeter," ungkap Kapolresta Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto kepada wartawan, Rabu 1 Juni 2011. Peluru ini, kata dia, mengenai bagian mata sebelah kanan korban.

Hasil visum itu diterima setelah jenazah dibawa ke rumah duka di Jalan Naar RT 02/04 Jembatan 5, Rawalumbu, Kota Bekasi, sekitar pukul 12.00 WIB. Meski sudah mendapat hasil visum, namun polisi belum berhasil menemukan proyektil peluru yang tembus ke bagian belakang kepala korban.

"Kami hanya menemukan empat proyektil peluru milik anggota yang sempat menembaki pelaku di dalam mobil," lanjutnya. Sebelumnya, Sugiyantoro diduga tewas karena tertembak peluru dari senjata laras panjang.

Untuk mengungkap kasus ini,  kepolisian Bekasi sudah membentuk tim yang terdiri dari unit reserse yang dibantu Resmob Polda Metro Jaya dan Densus 88 Antiteror. "Jumlah tim tersebut tidak tahu pasti, namun akan kami maksimalkan personel yang ada," jelasnya.

Meski Densus 88 ikut dalam tim ini, Imam menegaskan, peristiwa yang menimpa anak buahnya itu murni upaya percobaan perampokan.

Korban yang tengah berpatroli terkena tembakan dengan jarak 3 meter, karena ketika itu berniat mengetuk pintu mobil Kijang Innova hitam yang parkir mencurigakan. "Tiba-tiba salah satu pelaku menembak anak buah saya, sepertinya sudah dipersiapkan," ucapnya.

Setelah Sugiyantoro tertembak, anggota lain yang naik motor bersama korban Brigadir M Nuh langsung tiarap menyelamatkan diri. "Empat petugas lain yang naik dua motor, kemudian menembaki mobil yang berusaha kabur," tambahnya.

Setelah baku-tembak selama 5 menit para pelaku kemudian melarikan diri ke Jalan Raya Cibubur. "Setelah kejadian anggota melakukan penyisiran hingga ke wilayah Jonggol, kabupaten Bogor. Tapi mobil pelaku tidak ditemukan," ungkapnya.

Selain itu, Imam juga menyatakan bahwa pihaknya mengusulkan agar Sugiyantoro naik satu pangkat menjadi Aiptu Anumerta.

Selain itu, biaya sekolah kedua anak korban juga akan dipertimbangkan untuk bisa ditanggung hingga ke perguruan tinggi.

Usai divisum, jenazah Aipda Sugiyantoro langsung dibawa ke rumah duka. Kedatangan jenazah yang sudah mengabdi di Kepolisian sejak 1993 tersebut disambut isak tangis keluarga dan kerabat serta rekan kerja.

Jenazah lalu dishalatkan di Masjid Al-Makmur yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah duka, dan sekitar pukul 13.30 WIB langsung dibawa ke TPU Poncol Margahayu Bekasi Timur untuk di makamkan.


Laporan: Erik Hamzah | Bekasi, umi

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.

Polisi Gelar Reka Ulang Kasus Irzen Octa


VIVAnews - Polisi menggelar reka ulang kasus kematian Irzen Octa. Reka ulang dilakukan di kantor Citibank, Menara Jamsostek, Jakarta-tempat Sekretaris Jendral Partai Pemersatu Bangsa (PPB) itu bertemu dengan karyawan dan tiga debt collector.

"Rekonstruksi dilakukan dengan tujuan melengkapi berkas dan mendalami penyidikan," kata Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Budi Irawan di Jakarta, Rabu 1 Juni 2011.


Petugas kepolisian berseragam lengkap bersama tim membawa alat bukti, termasuk juga saksi. Reka ulang dimulai pukul 11.40 WIB. Para tersangka turut hadir didampingi oleh kuasa hukumnya A. Wirawan Adnan.

Berkas penyidikan kasus tersebut telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan awal Mei lalu. Namun kejaksaan menyatakan berkas tersebut belum lengkap.

Para karyawan Citibank dan beberapa karyawan yang berkantor di Menara
Jamsostek tampak berkerumun di luar batas garis polisi. Hingga kini reka ulang masih terus dilakukan di dalam kantor.

Irzen Octa adalah nasabah Citibank yang diduga kuat menjadi korban kekerasan debt collector. Dia tewas setelah dianiaya saat dirinya hendak menanyakan jumlah tagihannya di Kantor Citibank.

Terkait kasus ini, manajemen Citibank menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian. "Polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap kasus ini, dan tidak pantas bagi kami memberikan komentar lebih lanjut atas kasus ini," ujar Country Corporate Affairs Head Citi Indonesia, Ditta Amahorseya, dalam surat elektronik kepada VIVAnews.com. (eh)

View the original article here


This post was made using the Auto Blogging Software from WebMagnates.org This line will not appear when posts are made after activating the software to full version.