English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Showing posts with label Eksekusi. Show all posts
Showing posts with label Eksekusi. Show all posts

Wednesday, June 29, 2011

Hukuman Mati Bagi Pemerkosa Di Yaman

Inilah keadilan bergaya Yaman yang diberlakukan terhadap pelaku kriminal. Pria pelaku kriminal ini dituduh memperkosa dan membunuh seorang anak laki-laki berusia 11 tahun. Pria bernama Yehya Hussein al-Raghwah tersebut diarak di sepanjang jalan kota kelahirannya sebelum ditembak mati oleh seorang pelaku eksekusi di hadapan ribuan orang. Dalam peristiwa menegangkan itu, kerumunan orang yang menyaksikan eksekusi bersorak sekaligus meneriakkan kecaman terhadap Yehya.


Peristiwa kejahatan ini berawal saat seorang bocah bernama Hamdi al-Kabas mendatangi lokasi pangkas rambut Yehya selama berlangsung perayaan Idul Adha, Desember tahun lalu. Setelah secara brutal menganiayanya, pelaku pedofil itu mencincang tubuh Hamdi serta membuangnya di luar ibu kota Sana’a.


Vonis hukuman mati dijatuhi oleh pengadilan terhadap Yehya sebulan kemudian setelah ia belakangan mengakui perbuatannya. Gambar eksekusi hukuman mati yang cukup mendebarkan ini dirilis seusai eksekusi kemarin.


Yehya yang mengenakan jubah putih digiring keluar penjara pusat di Sana’a dengan tangan terborgol. Ketakutan terlihat di wajahnya saat Yehya dikelilingi oleh sekelompok tentara yang mengiringnya ke bentangan kain berwarna merah tempat eksekusi hukuman mati.


Yehya diizinkan menaikkan doa terakhir sebelum jubahnya dikoyakkan dan wajahnya ditelungkupkan ke bawah. Saat terakhir kalinya polisi membacakan vonis hukuman terhadap Yehya, seorang dokter mengamati proses eksekusi di tengah kerumunan orang, termasuk anak-anak, yang beberapa di antaranya berteriak mencerca Yehya dan beberapa lainnya mengepalkan tangan ke udara.

Sunday, June 26, 2011

Perhatian! Bulan Depan Eksekusi Tembak Diganti Suntik Mati

Pemerintah Vietnam akan mengubah pelaksanaan hukuman mati yang sebelumnya dengan regu tembak menjadi suntik mati mulai Juli 2011. Ini dilakukan untuk meminimalkan penderitaan terpidana.

Vietnam, adalah salah satu negara di Asia yang kukuh mempertahankan hukuman mati. Diperkirakan, sebanyak 100 narapidana setiap tahun dieksekusi menggunakan regu tembak.

"Perubahan dengan menggunakan suntik mati itu akan mengurangi penderitaan fisik bagi para terhukum dan juga memberikan kepercayaan psikolologis kepada pelaksana eksekusi," kata Mayjen Polisi Cao Ngoc Ganh seperti dikutip surat kabar Nguoi Dua Tin, Sabtu (25/6/2011).

Kementerian Kepolisian Vietnam pertama kali mengusulkan dihapusnya regu tembak awal 2006 lalu. Mereka menyebut, penggunaan metode tembakan akan menjadi beban mental bagi seorang anggota regu. Sementara, situasi yang berkembang, banyak anggota regu ini mengundurkan diri dari tugas tersebut.